SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 24 tim pelajar dari jenjang SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur berhasil lolos ke tingkat nasional Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026.
Capaian tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kontingen terbanyak pada ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut. Dilansir dari suarasurabaya.net, (7/8/2026).
Dari 24 tim yang lolos, sebanyak 17 tim masuk kategori pengembangan usaha dan tujuh tim lainnya berada pada kategori rencana usaha.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya kualitas dan minat peserta didik Jatim dalam mengembangkan inovasi di bidang kewirausahaan.
Menurutnya, FIKSI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun karakter inovatif, kreatif, mandiri, adaptif, sekaligus memiliki kepedulian sosial.
“FIKSI menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan ide menjadi aksi nyata. Selain sebagai wadah aktualisasi diri, kegiatan ini juga menumbuhkan budaya inovasi, kolaborasi, dan semangat menciptakan peluang usaha baru,” ujarnya.
Dindik Jatim juga telah melakukan berbagai persiapan untuk mematangkan kemampuan para peserta sebelum berlaga di tingkat nasional. Salah satunya melalui simulasi dan coaching bersama mentor profesional di UPT Pengembangan Teknis Keterampilan dan Kejuruan (PTKK) Disdik Jatim.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh tim yang berhasil lolos. Para peserta mendapatkan pendampingan mulai dari persiapan presentasi, penyempurnaan konsep usaha, hingga strategi pameran produk.
Aries berharap keikutsertaan pelajar Jatim dalam FIKSI 2026 dapat melahirkan generasi wirausaha muda sekaligus pengembang inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Ketua Tim FIKSI Jatim Agus Hariyono mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan para peserta lebih siap menghadapi seleksi tingkat nasional.
Dari 303 tim pendaftar asal Jawa Timur, sebanyak 24 tim berhasil lolos ke tahap kedua. Seluruh tim kemudian mengikuti simulasi dan coaching selama dua hari sebagai bagian dari persiapan menuju seleksi nasional.
Sebaran 24 tim tersebut berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Kabupaten dan Kota Malang menjadi daerah dengan jumlah tim terbanyak, yakni tujuh tim.
Selanjutnya, Sidoarjo menyumbangkan enam tim dan Surabaya empat tim. Sementara itu, Kota Pasuruan mengirimkan dua tim, sedangkan Situbondo, Ngawi, Gresik, Kota Blitar, dan Jember masing-masing mengirimkan satu tim.
Dari sejumlah bidang yang dipertandingkan, kuliner menjadi bidang dengan jumlah kontingen Jatim terbanyak, yakni lima tim. Kemudian fesyen dan gim masing-masing empat tim, kriya tiga tim, serta seni rupa dan film atau video masing-masing dua tim.
Adapun bidang kesehatan-kecantikan dan teknologi digital masing-masing diwakili satu tim.
FIKSI 2026 dijadwalkan berlangsung di Bali pada 12–17 Oktober 2026. Kompetisi tersebut mempertandingkan dua kategori utama, yakni rencana usaha dan pengembangan usaha yang mencakup 11 bidang.
Bidang yang dipertandingkan meliputi agribisnis, agriteknologi dan kemaritiman, fesyen, gim, industri musik, film, animasi dan video, kesehatan, kriya, kuliner, pariwisata dan seni rupa, teknologi digital, serta kewirausahaan sosial.
Secara nasional, sebanyak 337 peserta yang tergabung dalam 176 tim dari 24 provinsi berhasil lolos ke tingkat nasional FIKSI 2026. Mereka merupakan hasil seleksi dari 2.774 tim pendaftar jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat di seluruh Indonesia. (ivan)