Meski telah menyelesaikan pelatihan, peserta tidak otomatis langsung diberangkatkan ke luar negeri. Mereka harus mengikuti proses job matching dengan perusahaan dari negara tujuan.
BP3MI Jawa Timur memastikan tetap memberikan pendampingan kepada peserta, termasuk memberikan akses informasi mengenai lowongan pekerjaan dan proses penempatan apabila belum berhasil dalam proses job matching pertama.
Pemerintah menargetkan program SMK Go Global dapat memberangkatkan 40.000 pekerja migran secara nasional pada 2026. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur memperoleh target sebanyak 6.880 PMI.
“Jawa Timur kita dapat target 6.880. Jadi tahun ini seluruh Indonesia itu 40.000. Kalau tahun depan rencananya 140.000,” pungkas Marseto.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu jalur bagi lulusan SMK untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja Jawa Timur agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. (ivan)