14 Guru SMK Jatim Bersiap Bawa Standar Dunia dari Jerman

pendidikan | 01 September 2026 18:52

14 Guru SMK Jatim Bersiap Bawa Standar Dunia dari Jerman
Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 14 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) asal Jawa Timur terpilih mengikuti Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK 2026 di Jerman. Mereka menjadi bagian dari 50 guru yang terpilih secara nasional.

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, terpilihnya 14 guru dari Jawa Timur menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan semakin kuatnya daya saing guru vokasi di daerah.

 

“Kami tentu sangat bangga. Dari 50 guru SMK yang terpilih se-Indonesia, 14 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Ini bukan jumlah yang kecil,” kata Aries di Surabaya, dikutip dari antaramews.com, Selasa, (1/9/2026).

 

Menurut Aries, kesempatan tersebut tidak seharusnya dipandang hanya sebagai pencapaian individu. Para guru diharapkan membawa pulang pengetahuan dan pengalaman selama berada di Jerman untuk memperkuat pendidikan vokasi di Jawa Timur.

 

Ia meminta para peserta tidak berhenti pada perolehan sertifikat internasional, tetapi mampu membawa standar pembelajaran dan budaya kerja yang mereka temui selama mengikuti program.

 

“Saya berpesan kepada 14 guru ini, jangan hanya membawa pulang sertifikat internasional. Bawa pulang standar dunia untuk Jawa Timur. Bawa pulang ilmu, teknologi, budaya kerja, disiplin, produktivitas, inovasi, dan cara berpikir baru,” ujarnya.

 

 

Ke-14 guru tersebut berasal dari SMK negeri maupun swasta yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.

 

Program tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

 

Selama tiga bulan, para guru akan menjalani program magang di Jerman, termasuk mengikuti pendidikan di Festo Didactic dan Technische Universität Dresden (TU Dresden).

 

Aries berharap pengalaman yang diperoleh para peserta nantinya dapat ditularkan kepada guru SMK lainnya. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh 14 guru yang berangkat.

 

“Jangan sampai pengalaman di Jerman berhenti pada 14 orang. Satu guru harus mampu menginspirasi puluhan guru lain dan berdampak kepada ratusan bahkan ribuan murid,” katanya.

 

Ia menilai pengalaman internasional tersebut juga dapat memperkuat keterkaitan dan kesepadanan atau link and match antara pembelajaran di SMK dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

 

 

Adapun 14 guru yang terpilih berasal dari SMKS Semen Gresik, SMKN 3 Tuban, SMKN 3 Buduran, SMKN 2 Sampang, SMKN 2 Pamekasan, SMKN 10 Malang, SMKN 1 Gedangan, SMKN 1 Udanawu, SMKS Krian 2 Sidoarjo, SMKN 1 Bangil, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMKN 2 Singosari, SMKN 1 Singosari, serta SMKN 1 Bendo Magetan.

 

Aries menegaskan guru SMK perlu terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang bergerak cepat.

 

“Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dunia industri berubah sangat cepat, teknologi juga terus berkembang. Karena itu, guru SMK harus berada selangkah di depan,” ujarnya. (ivan)