TANGERANG, PustakaJC.co - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat untuk mendaftarkan diri sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Langkah ini bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Peduli Tetangga guna memastikan distribusi bantuan sosial (bansos) tepat sasaran melalui data yang akurat.
Pernyataan tersebut disampaikan Mensos dalam Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kinerja serta Pengelolaan Konflik dan Psychological Safety bagi SDM Sekolah Rakyat di Hotel Grand Serpong, Tangerang, Banten, Rabu, (9/9/2026).
Gus Ipul menjelaskan, Gerakan Nasional Peduli Tetangga bertujuan mendata warga atau keluarga kurang mampu yang belum terdaftar sebagai penerima bansos secara digital. Skema ini hadir untuk membantu masyarakat yang keterbatasan akses telepon pintar, literasi digital, dokumen pendukung, atau kendala teknis pendaftaran lainnya. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (14/9/2026).
"Mari kita peduli dengan tetangga kita. Jika belum bisa menjangkau area luas, mulailah dari lingkungan terdekat. Kehadiran Agen Perlinsos ini menjadi bagian penting dari digitalisasi bansos agar data kita makin akurat," ujar Gus Ipul.
Akurasi data, lanjutnya, menjadi fondasi utama dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 terkait Data Terpadu Sosio-Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai data tunggal terintegrasi. Konsolidasi dan pemutakhiran data terus dilakukan berkala setiap tiga bulan mengingat sifat data kemiskinan yang dinamis.
Langkah pembenahan data dan penguatan peran Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari eksekusi mandat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945. Kemensos berupaya memastikan anak-anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan dapat mengakses pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Intinya kita membantu Presiden Prabowo Subianto untuk kerja cepat mengeksekusi Pasal 34 ayat (1). Kalau datanya akurat, peserta didik yang masuk ke Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang memang berhak menerima bantuan negara," tegasnya di hadapan 609 peserta pelatihan yang hadir secara luring maupun daring.
Selain optimalisasi pendataan, pelatihan berkelanjutan bagi SDM Sekolah Rakyat ditujukan untuk memperkuat tata kelola pengawasan dan pemantauan kinerja. Program ini juga difokuskan pada upaya pencegahan kekerasan fisik, kekerasan seksual, perundungan, hingga sikap intoleransi di lingkungan pendidikan.
Agenda tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Kemensos Afrizon Tanjung, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos Joko Widiarto, jajaran Staf Khusus Mensos, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (ivan)