Hadapi Tantangan Era Digital, Pemprov Jatim Cari 11 Anggota Dewan Pendidikan Periode 2027–2032

pendidikan | 14 Oktober 2026 07:43

Hadapi Tantangan Era Digital, Pemprov Jatim Cari 11 Anggota Dewan Pendidikan Periode 2027–2032
Tim Seleksi Dewan Pendidikan Jawa Timur Suko Widodo dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai saat memberikan keterangan di Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan resmi membuka seleksi penerimaan anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jatim periode 2027–2032. Langkah ini dilakukan guna menjaring sosok-sosok yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta visi masa depan dalam menjawab dinamika dan tantangan dunia pendidikan di era digital.

 

Anggota Tim Seleksi Dewan Pendidikan Jatim, Suko Widodo, menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah pola belajar dan cara berpikir peserta didik secara signifikan. Oleh sebab itu, diperlukan figur yang mumpuni serta matang secara pemikiran untuk mengawal arah kebijakan pendidikan daerah. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (14/9/2026).

 

"Sekarang era digital, perubahannya luar biasa. Kita harus mencari orang-orang yang mumpuni, matang berpikir, punya pengalaman, sekaligus memiliki visi ke depan," kata Suko di Surabaya, Selasa, (13/10/2026).

 

 

 

 

Suko menekankan pentingnya penyesuaian metode pembelajaran agar para pemangku kepentingan pendidikan tidak tertinggal oleh zaman. Terlebih lagi, Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan berstandar internasional melalui keberadaan sekolah unggulan dan pondok pesantren yang diminati peserta didik dari berbagai negara.

 

Atas dasar itu, Suko berharap komposisi Dewan Pendidikan periode mendatang tidak hanya didominasi oleh praktisi pendidikan semata, melainkan juga melibatkan beragam unsur masyarakat seperti pengusaha, seniman, hingga budayawan.

 

"Dewan Pendidikan tidak harus diambil dari orang pendidikan, tetapi orang yang berkontribusi pada pendidikan. Saya berharap komposisinya lengkap, termasuk budayawan, terutama untuk persoalan etika dan sebagainya," tutur Suko.

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa seleksi ini dipersiapkan mengingat masa jabatan Dewan Pendidikan periode 2022–2026 akan berakhir pada akhir Desember 2026. Menurutnya, lembaga ini bukan merupakan jabatan atau pekerjaan struktural, melainkan wadah pengabdian melalui pemberian masukan, saran, dan pertimbangan strategis terhadap kebijakan pendidikan daerah.

 

Aries menegaskan, keterlibatan lintas profesi sangat dibutuhkan mengingat pembinaan peserta didik tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter serta pengembangan talenta di bidang seni, budaya, dan olahraga.

 

Hingga pertengahan Oktober, tercatat sebanyak 45 pendaftar telah menyerahkan berkas calon anggota. Pendaftaran masih dibuka hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Dari total pendaftar yang masuk, tim seleksi nantinya akan menjaring sekitar 11 orang anggota terpilih untuk mengisi struktur Dewan Pendidikan Jatim periode 2027–2032.

 

"Kami mendorong siapa pun yang berminat dan ingin bersama-sama memajukan pendidikan Jawa Timur untuk mengikuti proses seleksi ini," memungkas Aries. (ivan)