3. Sinergi Cendekiawan Enam Agama
Gerakan kemandirian sosial-ekonomi berbasis keagamaan ini tidak hanya difokuskan pada umat Islam. Kemenag turut memperluas wadah cendekiawan keagamaan dengan melantik Ikatan Cendekiawan Katolik, Ikatan Cendekiawan Kristen, Ikatan Cendekiawan Hindu, Ikatan Cendekiawan Buddha, dan Ikatan Cendekiawan Konghucu, mendampingi keberadaan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).
Dalam waktu dekat, Kemenag akan mempertemukan para cendekiawan dari enam agama tersebut untuk merumuskan tata kelola dan optimalisasi lembaga dana sosial di tiap-tiap agama.
“Pengembangan ekonomi berbasis dana sosial keagamaan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Islam, tetapi umat beragama lain juga memiliki lembaga filantropi di agamanya masing-masing. Ketika dana sosial di setiap agama terkelola secara optimal, kekuatan filantropi keagamaan ini akan bersinergi memperkuat langkah negara dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan program strategis bangsa,” pungkas Menag. (ivan)