SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong sektor pendidikan untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), sebanyak 1.548 sekolah di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur kini disulap menjadi ruang belajar sekaligus pusat inovasi pertanian dan peternakan produktif.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan bentangan lahan berhektar-hektar, melainkan dapat dioptimalkan dari pemanfaatan lahan sekolah yang ada. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (28/10/2026).
"Program SIKAP memberikan gambaran bahwa penguatan ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan secara langsung melibatkan seluruh warga sekolah," ujar Khofifah dalam di Surabaya, Rabu, (28/10/2026).
Tembus 1.548 Sekolah dan Layak Sinergi dengan Program Nasional
Hingga 2026, implementasi SIKAP telah menjangkau 596 SMA, 759 SMK, dan 193 SLB di seluruh Jawa Timur. Aktivitas yang dilakukan meliputi pembudidayaan tanaman pangan hingga pengelolaan hewan ternak secara mandiri oleh warga sekolah.
Menurut Khofifah, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memfokuskan strategi nasional pada pencapaian swasembada pangan dan kemandirian ekonomi rakyat.
"Ketahanan pangan tidak harus dari lahan luas, tetapi dapat dimulai dari lahan seadanya yang kita miliki di sekolah agar diolah menjadi lebih produktif," tegasnya.
Terapkan Deep Learning dan Pembentukan Karakter Siswa
Selain menyumbang suplai pangan untuk kebutuhan internal sekolah, SIKAP dirancang untuk mendukung pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Melalui praktik menanam, merawat, hingga memanen, siswa mendapatkan pengalaman empiris yang menyambungkan teori akademis dengan realitas sehari-hari.
Khofifah menjelaskan bahwa proses ini efektif dalam membina karakter peserta didik:
- Pengembangan Karakter: Menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian lingkungan.
- Pengalaman Praktis: Memahami siklus produktivitas tanaman dan ternak secara langsung di lapangan.
"Anak-anak ini harus semangat menjaga dan memelihara agar semua terus tumbuh subur dan bisa menghasilkan untuk suplai di internal sekolah," tambah Khofifah.
Komitmen Pemprov Jatim dalam mengintegrasikan inovasi daerah dengan agenda prioritas nasional ini membuahkan hasil. Program SIKAP berhasil mengantarkan Pemprov Jatim meraih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 untuk kategori Innovation for Public Service yang diselenggarakan oleh TV One.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Komjen Pol. (Purn.) Purwadi Arianto kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, di Jakarta pada Senin, (26/10/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata keselarasan antara inovasi di daerah dengan arah prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam menyokong ketahanan dan swasembada pangan Indonesia dari bangku sekolah. (ivan)