Sementara itu, mewakili Rektor Ubaya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Prof. Suyanto, Ph.D., menekankan pentingnya aktivitas penelitian dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter siswa.
Ia mengatakan, pengalaman melakukan penelitian dapat menjadi bekal bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Proses mengkaji persoalan dan mengembangkan gagasan dinilai dapat menjadi fondasi untuk membangun kemampuan akademik.
“Sebenarnya, seluruh proses dalam melakukan kajian itu sudah biasa kita lakukan sehari-hari. Dari hasil penelitian adik-adik semua dengan bimbingan yang sangat potensial dari para guru, riset ini bisa menjadi sebuah ide yang terus dikembangkan ketika akan masuk ke dunia universitas,” paparnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Ubaya menyediakan beasiswa pendidikan bagi para pemenang dari jenjang sekolah menengah atas yang melanjutkan studi di kampus tersebut.
Dalam kompetisi ini, sebanyak 30 akademisi dilibatkan sebagai dewan juri. Mereka terdiri atas 24 dosen Ubaya dan enam dosen Universitas Negeri Malang (UM).
Penilaian dilakukan melalui poster ilmiah dan presentasi lisan. Panitia memberikan penghargaan kepada enam tim terbaik di setiap bidang, mulai dari juara pertama hingga juara harapan ketiga.
Selain memperoleh penghargaan dan peluang beasiswa, peserta yang meraih juara pertama hingga ketiga di setiap bidang berkesempatan mewakili Jawa Timur dalam Lomba Peneliti Belia Nasional 2026 di Gading Serpong, Tangerang. (ivan)