339 Siswa Ikuti Lomba Peneliti Belia Jatim 2026, Ubaya Dorong Budaya Riset Sejak Sekolah

pendidikan | 03 November 2026 08:26

339 Siswa Ikuti Lomba Peneliti Belia Jatim 2026, Ubaya Dorong Budaya Riset Sejak Sekolah
Pembukaan Lomba Peneliti Belia Jawa Timur Ubaya 2026 di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis. (dok tribun)

SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 339 siswa dari 83 sekolah menengah di Jawa Timur mengikuti Lomba Peneliti Belia Jawa Timur Ubaya 2026. Dalam ajang tersebut, para peserta mempresentasikan 180 judul penelitian yang terbagi dalam 10 bidang keilmuan.

 

Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Center for Young Scientists (CYS) itu dibuka di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Jumat, (30/10/2026).

 

Sepuluh bidang penelitian yang dilombakan meliputi Matematika, Fisika, Komputer, Lingkungan, Ilmu Hayati, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Psikologi. Dilansir dari tribunnews.com, Selasa, (3/11/2026).

 

Direktur CYS, Monika Raharti, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi untuk menentukan karya terbaik. Lebih dari itu, Lomba Peneliti Belia menjadi ruang akademik bagi siswa untuk bertukar pengetahuan dan mengembangkan kemampuan penelitian.

 

“Walaupun disebut lomba, kegiatan ini sebetulnya adalah sebuah konferensi yang sejatinya menjadi tempat berbagi pengetahuan satu sama lain. Jadi, peserta sekalian hendaknya mau belajar dari karya orang lain dan berdiskusi dengan para pakar,” tuturnya.

 

 

Menurut Monika, kegiatan tersebut juga menjadi jembatan bagi siswa sekolah menengah untuk mengenal ekosistem penelitian di perguruan tinggi, khususnya Ubaya.

 

Ia menilai, penelitian yang dihasilkan para peserta menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan di lingkungan masyarakat. Bahkan, mereka mulai mampu merumuskan metode pemecahan masalah melalui pendekatan ilmiah dan data yang valid.

 

“Dengan usia yang masih sangat muda, para peserta sudah dapat menghasilkan metode pemecahan masalah yang bertanggung jawab dan dapat dibuktikan melalui sebuah riset dan data yang valid,” ucapnya.

 

Ketua Panitia Lomba Peneliti Belia 2026, Yuan Yovita Setiawan, M.Psi., Psikolog, mengatakan kompetisi tersebut diharapkan dapat mendorong keberanian siswa untuk mempertanyakan berbagai fenomena di lingkungan sekitar melalui penelitian.

 

Menurutnya, proses penelitian dapat membentuk rasa ingin tahu sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Lomba ini menjadi ruang untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kiranya, semangat Anda tidak berhenti pada kompetisi hari ini, namun terus bertumbuh menjadi budaya berpikir kritis, kreatif, dan berbasis bukti di kalangan generasi muda,” jelasnya.

 

 

Sementara itu, mewakili Rektor Ubaya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Prof. Suyanto, Ph.D., menekankan pentingnya aktivitas penelitian dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

 

Ia mengatakan, pengalaman melakukan penelitian dapat menjadi bekal bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Proses mengkaji persoalan dan mengembangkan gagasan dinilai dapat menjadi fondasi untuk membangun kemampuan akademik.

 

“Sebenarnya, seluruh proses dalam melakukan kajian itu sudah biasa kita lakukan sehari-hari. Dari hasil penelitian adik-adik semua dengan bimbingan yang sangat potensial dari para guru, riset ini bisa menjadi sebuah ide yang terus dikembangkan ketika akan masuk ke dunia universitas,” paparnya.

 

Sebagai bentuk apresiasi, Ubaya menyediakan beasiswa pendidikan bagi para pemenang dari jenjang sekolah menengah atas yang melanjutkan studi di kampus tersebut.

 

Dalam kompetisi ini, sebanyak 30 akademisi dilibatkan sebagai dewan juri. Mereka terdiri atas 24 dosen Ubaya dan enam dosen Universitas Negeri Malang (UM).

 

Penilaian dilakukan melalui poster ilmiah dan presentasi lisan. Panitia memberikan penghargaan kepada enam tim terbaik di setiap bidang, mulai dari juara pertama hingga juara harapan ketiga.

 

Selain memperoleh penghargaan dan peluang beasiswa, peserta yang meraih juara pertama hingga ketiga di setiap bidang berkesempatan mewakili Jawa Timur dalam Lomba Peneliti Belia Nasional 2026 di Gading Serpong, Tangerang. (ivan)