Dia menjelaskan, penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib akan dimulai dari kelas 3 SD. Selanjutnya, kebijakan tersebut diperluas secara bertahap mengikuti setiap angkatan siswa.
“Setiap angkatan untuk menyiapkan dengan mata pelatihan bahasa Inggris wajib di setiap angkatan,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD tidak akan berorientasi pada penguasaan tata bahasa atau grammar secara mendalam.
Menurutnya, pembelajaran lebih diarahkan pada kemampuan komunikasi dan keberanian siswa menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut menempatkan Bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi, bukan sekadar materi pengetahuan yang harus dikuasai melalui teori kebahasaan.
“Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD lebih banyak ditekankan pada aspek bagaimana mereka dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, bukan Bahasa Inggris sebagai science, tapi Bahasa Inggris sebagai media komunikasi sehingga nanti di tingkat SD itu grammarnya tidak perlu terlalu banyak,” kata Mu’ti.