Apa pengalaman yang paling berkesan di Papua?
Masyarakatnya ramah, satu tim kalau bosan, sama masyarakat itu mainnya tidak ke mana-mana. Kita naik perahu di sungai, saya paling suka liat anak- anak naik perahu nyari ikan.
Saya suka barter-barter dengan mereka. Mereka kasih kita udang, saya kasih uang.
Di sana saya senang, karena saat ada bulan purnama itu masyarakat tidak tidur. Semua ke sungai, menangkap ikan. Sebuah hal yang tidak mungkin kalau itu di kota.
Mengapa bisa nyaman?
Sebelum ke sana kita tes psikolog. Mungkin mereka mengirim ke sana biar cari yang cocok. Kebanyakan yang dari Sumatra dikirim ke Papua, mungkin cocok.
Di sana ada Baraknya, seindah-indahnya barak, ya tetap sederhana. Kamar mandi ada, tetapi air tidak ada. Kalau kebelet harus lari ke hutan karena tidak ada air.
Saya memang dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) suka camping, pergi-pergi keluar sudah biasa.
Saya di Aceh juga punya ladang, kan hutan juga. Jadi saat di Papua itu saya tidak kaget, karena hutan di Aceh lebih seram.
Cuma di Aceh bisa naik kendaraan, aksesnya bagus. Kalau di Papua kendalanya di jalan.