Amalia Usmaianti

Mengabdi di Daerah Pedalaman Dibilang Bisa Bangkitkan Orang Mati

tokoh | 22 Desember 2021 11:16

Berikut kutipan wawancaranya dilansir dari GNFI:

Boleh dijelaskan perjalanan awal sebagai dokter?

Setelah selesai koas (ko-asisten). Saya internship di Jawa Timur (Jatim) selama setahun, setelah itu saya pulang ke Aceh. Di kampung halaman juga setahun.

Karena enak di Jatim, masyarakatnya dan tidak terlalu di daerah. Jadi waktu di Aceh, saya ingin keluar lagi. Mencari-cari ternyata ada program dari Kementerian Kesehatan akhirnya saya daftar.

Lalu pada 2017, saya ditempatkan di Papua selama 2 tahun. Saat itu ikut ke dalam Tim Nusantara Sehat menjadi dokter di perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Mengapa tertarik untuk terjun ke daerah?

Saya tidak hanya mendaftar di Nusantara Sehat, tetapi mendaftar untuk menjadi dokter haji sama dokter militer. Tetapi malah diterimanya di Nusantara Sehat dan tidak tahu akan dikirim ke pedalaman.

Saya senang sebenarnya kalau ditempatkan di daerah. Tetapi tidak tahu kalau itu di pelosok banget, daerah sekitarnya aja ternyata jauh. Itu tahunya setelah masuk, setelah diterima. Saya tidak paham juga bagaimana programnya. Saya bayangan awalnya ke Kalimantan atau ke Nusa Tenggara Timur, ternyata sampai Papua.

Bagikan
Halaman