Amalia Usmaianti

Mengabdi di Daerah Pedalaman Dibilang Bisa Bangkitkan Orang Mati

tokoh | 22 Desember 2021 11:16

Bagaimana fasilitas kesehatan yang ada di lokasi?

Fasilitas kesehatan di sana kurang, Aksesnya jauh, tidak bisa dengan kendaraan. Kalau pakai kendaraan juga harus menunggu berhari-hari.

Kita disana harus memaksimalkan yang ada. Distribusi obat telat banget, obat expired banyak jadi harus pinter-pinter mengakali.

Kemudian kalau masyarakatnya kasihan yaa. Tingkat kesehatan rendah, Tingkat pendidikan rendah juga. Kemudian informasi juga rendah karena tidak ada listrik. Tukang jualan juga tidak ada, di sana juga memakai sistem barter.

Jadi nanti mereka kasih kita sayur sedangkan kita tukar dengan mie instan. Kita dikasih kayu bakar, kita kasih garam.

Saat itu ramai foto Anda membantu salah satu masyarakat, bisa diceritakan?

Itu pasiennya penyakitnya sederhana, kalau di kota. Dia cuma pusing, kena vertigo, dikasih obat sebenarnya bisa sembuh. Cuma karena kendala di akses, tidak ada kendaraan jadi harus jalan.

Kalau kita berdiam diri di jalan, saya beberapa kali injak ular. Walau sebelum ke sana udah dilatih dengan tentara. Diajarin bikin tandu jadi saya kepikiran buat tandu.

Saya orangnya tidak biasa memerintah jadi angkat sendiri. Temen yang lain mau coba tetapi tidak tahan. Tetapi ini harus cepet, orangnya pusing, muntah, sudah pucet, dan tidak bawa obat juga.

Sudah bingung juga. Akhirnya tidak tahu dapat kekuatan dari mana itu kita angkat sampai 7 kilometer dengan jalan kaki.

Ke kabupaten itu lumayan, distrik sebelah juga ada tetapi jalannya tetap jauh juga. Bahkan tenaga kesehatan yang ada disana untuk datang ke sini saja mikir.

Bagikan
Halaman