Bagaimanapun sambutan masyarakat di sana?
Jadi rambut mereka kan keriting, saat melihat kita, itu kulit putih, rambut lurus, mereka jadi senang. Mereka senang apalagi kita ini dari tenaga kesehatan.
Karena sebelumnya kalau cari orang kesehatan itu, mereka harus pergi ke Papua Nugini. Jadi semenjak ada kami, mereka berobat kayak belanja, setiap hari datang.
Misal capai kerja, pegel, datang. Jadi mereka senang gitu ada orang baru. Kemudian cara kami bicara, pengetahuan beda. Saling berbagi di sana karena hanya itu yang kami bisa lakukan.
Televisi tidak ada, sinyal tidak ada. Buka handphone tidak ada gunanya. Jadi dengar mereka cerita tentang adat istiadat di sana.
Saya juga kan dari Aceh. Jadi mereka menganggap saya itu sama dengan mereka. Tetapi semua manusia sama saja, kalau ada salah, kita enggak enak.
Mudah tidak memberikan sosialisasi kesehatan di sana?
Secara tingkat pendidikan rendah , karena itu mereka suka kepada pendatang. Mereka percaya akan diberikan sesuatu. Jadi kalau disuruh pasti mau. Ada sebagian mereka dapat sesuatu, jadi mereka membalasnya dengan mau melakukan apa yang disuruh.
Tempat yang saya tempati adalah zona merah. Ada orang yang cerita, bapak ini pernah tembak polisi, cuma karena pemerintah sudah peduli, mereka dikasih jabatan jadi sekarang sudah lebih baik.