Penasaran dengan sumber ilmu batin itu, Al-Ghazali mencari guru Ahmad, yaitu Syekh Al-Atiqi, seorang sufi yang berprofesi sebagai tukang jahit sandal. Ia datang dengan kerendahan hati dan memohon agar diterima menjadi murid.
Namun sang guru mengujinya:
“Kamu tidak akan sanggup menaati perintahku.”
“Insyaallah aku sanggup,” jawab Al-Ghazali tegas.
Perintah pertama datang: “Bersihkan lantai ini dengan tanganmu.”
Tanpa ragu, Al-Ghazali menyapu lantai menggunakan tangannya sendiri.