Ujian belum berakhir.
“Sekarang bersihkan kotoran itu dengan bajumu,” perintah sang guru.
Ketika Al-Ghazali hendak menuruti perintah tersebut, Syekh Al-Atiqi melihat ketulusan dan kerendahan hati yang tulus dari sang murid. Ia pun menahannya dan mempersilakan pulang.
Sejak saat itu, Al-Ghazali merasakan ketenangan batin dan cahaya ilmu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia menyadari, ilmu yang selama ini diajarkan terasa kecil dibandingkan hikmah yang Allah limpahkan ke dalam hatinya.