Atas dedikasinya, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. As’ad Syamsul Arifin pada tahun 2016.
Pada masa kepemimpinannya (1951–1990), KH. As’ad memperkenalkan sistem pendidikan berjenjang di pesantren.
Metode tradisional seperti sorogan dan bandongan dipadukan dengan sistem sekolah modern agar santri mendapat akses pendidikan yang lebih luas.