SURABAYA, PustakaJC.co - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) sekaligus anggota Lembaga Kesehatan PBNU (LK PBNU), Prof Ahmad Syafiq, wafat pada Jumat, (12/12/2025) pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jawa Barat.
Kabar duka ini disampaikan adiknya, Ahmad Rafiq.
“Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Mohon doanya untuk kakak saya Ahmad Syafiq meninggal dunia pagi ini pukul 07.00 WIB di RSUI, Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya dan diterima amal kebaikannya, ujar adik Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu, dikutip dari nu.or.id, Jumat, (12/12/2025).
Almarhum meninggal pada usia 58 tahun. Jenazah akan dishalatkan di Masjid Universitas Indonesia pukul 11.00 WIB sebelum dimakamkan di Kober, Depok, pada sore hari. Sebelum itu, jenazah disemayamkan di kediamannya, Mawar Residence.
Prof Ahmad Syafiq merupakan Guru Besar FKM UI yang dikukuhkan pada November 2024 dengan pidato ilmiah berjudul “Gizi Kesehatan Masyarakat: Filosofi dan Praktik”. Ia dikenal luas sebagai akademisi yang konsisten mengembangkan bidang gizi kesehatan masyarakat serta aktif dalam berbagai program kemanusiaan dan kesehatan di lingkungan NU.
Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB), kemudian melanjutkan studi magister di UI, dan meraih gelar doktor dari University of Queensland, Australia.
Di UI, Syafiq sempat memegang sejumlah jabatan penting, di antaranya:
• Direktur Pengembangan Karier Lulusan dan Hubungan Alumni UI
• Direktur Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities (AWCPHUI)
Lahir pada 4 Agustus 1967 dari keluarga besar Pondok Buntet Pesantren, Syafiq menghabiskan masa kecil di Bandung mengikuti tugas ayahnya yang merupakan perwira Angkatan Darat. Meski demikian, ia tetap dekat dengan tradisi pesantren.
Ia pernah mengaji di Pesantren Krapyak Yogyakarta di bawah bimbingan KH Ali Maksum, Rais Aam PBNU periode 1981–1984. Pengalaman itu membekas kuat dan kerap ia sebut dalam berbagai kesempatan, termasuk saat pidato pengukuhan guru besarnya.
Kepergian Prof Ahmad Syafiq menjadi duka mendalam bagi dunia akademik, kalangan kesehatan masyarakat, serta keluarga besar Nahdlatul Ulama. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. (ivan)