KH Amal Fathullah Zarkasyi

Jejak Ulama-Pendidik Penjaga Arah Gontor

tokoh | 04 Januari 2026 05:59

Jejak Ulama-Pendidik Penjaga Arah Gontor
KH Amal Fathullah Zarkasyi. (dok suaramuslim)

PONOROGO, PustakaJC.co - Pondok Modern Darussalam Gontor berduka. Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., pimpinan PMDG sekaligus ulama-pendidik berpengaruh, wafat dan meninggalkan warisan pemikiran besar bagi dunia pesantren dan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

 

Almarhum dikenal sebagai sosok sentral generasi kelima kepemimpinan Gontor. Ia bukan sekadar melanjutkan tradisi, tetapi mengokohkan arah pesantren agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Di tangannya, Gontor menegaskan diri sebagai pusat kaderisasi ulama dan intelektual Muslim modern. Dilansir dari detik.com, Minggu, (4/1/2026).

 

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, KH Hamid Fahmy Zarkasyi, menyebut almarhum memiliki pandangan jauh ke depan, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren.

 

“Beliau berpandangan pesantren harus 

memikirkan perguruan tinggi, karena bangsa ini membutuhkan SDM unggul lulusan universitas,” ujarnya.

 

 

Pemikiran itu diwujudkan secara konkret. KH Amal Fathullah berperan besar dalam penguatan UNIDA Gontor, mulai dari pengembangan kelembagaan hingga jejaring internasional. Di bawah inisiasinya, UNIDA menjalin kerja sama dengan berbagai institusi di Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, sekaligus merintis proyek-proyek strategis, termasuk pendirian Fakultas Kedokteran.

 

Tak hanya di ranah akademik, kiprah almarhum juga kuat di tingkat kebijakan nasional. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang konsisten memperjuangkan pengakuan negara terhadap pesantren, hingga lahirnya Undang-Undang Pesantren. Regulasi tersebut menjadi tonggak penting karena mengakui pesantren salafiyah dan khalafiyah tanpa keharusan mengikuti sistem ujian negara seperti sebelumnya.

 

Secara akademik, KH Amal Fathullah adalah profesor di bidang akidah dan ilmu kalam. Ia dikukuhkan sebagai guru besar pada 2014 dan menerima gelar doktor honoris causa dari Thailand. Di tingkat global, ia aktif di berbagai forum dunia Islam, termasuk Persatuan Ulama Seluruh Dunia dan Liga Universitas Islam Dunia.

 

 

Kepergian KH Amal Fathullah Zarkasyi meninggalkan kekosongan besar, bukan hanya bagi Gontor, tetapi juga bagi ekosistem pesantren Indonesia. Namun, jejak pemikiran, institusi yang dirintis, serta kader-kader yang dibinanya menjadi warisan berharga yang akan terus hidup.

 

“Beliau bukan hanya pimpinan, tetapi penunjuk arah,” tutup Prof. Hamid Fahmy. (ivan)