Di hadapan alumni dari berbagai negara, Kiai Zuhri juga tampil sebagai figur pengingat. Ia menegaskan agar halaqah alumni tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan ruang lahirnya keputusan nyata dan gerakan lanjutan.
“Alumni tetaplah santri. Jangan pernah menjadi mantan santri,” selorohnya, disambut khidmat para peserta.
Bagi Kiai Zuhri Zaini, pesantren bukan hanya tempat lahirnya santri, tetapi ruang pembentukan karakter, etos perjuangan, dan keberpihakan pada umat. Sebuah dakwah yang hidup—dari pesantren, untuk peradaban. (ivan)