Menghadapi situasi tersebut, Kiai Wahab kembali menunjukkan kebijaksanaannya. Ia mendorong NU bersikap hati-hati, tidak konfrontatif, dan fokus menjaga peran sosial serta keagamaan.
Menurutnya, konfrontasi politik terbuka berisiko merugikan umat. Sebaliknya, pendekatan adaptif memungkinkan NU tetap menjalankan fungsi dakwah, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.
Strategi ini terbukti efektif menjaga eksistensi NU sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang tetap berpengaruh di tengah perubahan politik nasional.