Langkah ini merupakan strategi untuk memastikan umat Islam tetap memiliki representasi dan tidak tersisih dari struktur kekuasaan. Kiai Wahab memahami bahwa menjauh dari politik justru dapat melemahkan posisi umat.
Kepercayaan negara terhadap kapasitasnya terlihat ketika ia diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia, lembaga yang bertugas memberikan nasihat kepada presiden.
Memasuki era Orde Baru, lanskap politik berubah drastis. Ruang politik Islam mengalami penyempitan, dan organisasi keagamaan menghadapi tekanan baru.