KH Achmad Siddiq

Ulama NU Penggagas Fiqih Kebangsaan yang Menyatukan Islam dan Pancasila

tokoh | 13 Maret 2026 14:55

Ulama NU Penggagas Fiqih Kebangsaan yang Menyatukan Islam dan Pancasila
KH Achmad Siddiq. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co – Nama KH Achmad Siddiq dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pemikiran kebangsaan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Ulama kelahiran Jember ini menjadi figur kunci yang menjelaskan hubungan antara Islam dan Pancasila melalui konsep yang dikenal sebagai fiqih kebangsaan.

 

KH Achmad Siddiq lahir di Talangsari, Jember, Jawa Timur, pada 24 Januari 1926. Ia lahir hanya tujuh hari sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan keluarga pesantren sebagai putra dari pasangan KH Muhammad Siddiq dan Nyai Maryam. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (13/3/3026).

 

Pendidikan keagamaannya dimulai dari ayahnya sendiri, terutama dalam mempelajari Al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama. Ia juga banyak belajar dari kakaknya, KH Mahfudz Siddiq, yang dikenal memiliki penguasaan kuat terhadap kitab-kitab klasik.

 

Setelah itu, Achmad Siddiq menimba ilmu di berbagai pesantren, termasuk di Pesantren Tebuireng, Jombang. Di pesantren yang diasuh oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari tersebut, ia mempelajari berbagai kitab klasik seperti Fathul QaribFathul Mu’inAlfiyah Ibnu Malik, hingga Ihya Ulumuddin.