Oman Fathurahman

Dari Santri hingga Peraih Habibie Prize, Jejak Sunyi Filolog Nusantara

tokoh | 23 Maret 2026 12:55

 

Fokus keilmuannya pada manuskrip Islam Nusantara menjadikannya dikenal luas di dunia akademik. Ia meneliti naskah berbahasa Arab, Melayu, Sunda, dan Jawa dengan pendekatan kontekstual yang menghubungkan teks dengan jaringan ulama dan sejarah intelektual.

 

Dalam perjalanan kariernya, Oman juga aktif di berbagai lembaga. Ia pernah menjabat Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta, hingga Staf Ahli Menteri Agama. Ia juga terlibat dalam program pelestarian manuskrip melalui Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA).

 

Jejaring internasionalnya pun luas. Ia pernah menjadi peneliti tamu di Jerman, menerima Chevening Fellowship di Oxford, serta menjadi profesor tamu di sejumlah universitas di Jepang. Pengalaman ini memperkuat kontribusinya dalam studi manuskrip di tingkat global.

 

Puncak pengakuan atas dedikasinya datang saat ia meraih Habibie Prize 2023 di bidang filsafat, agama, dan budaya. Penghargaan bergengsi ini menegaskan kontribusinya dalam mengembangkan kajian filologi dan tradisi intelektual Nusantara.