Oman Fathurahman

Dari Santri hingga Peraih Habibie Prize, Jejak Sunyi Filolog Nusantara

tokoh | 23 Maret 2026 12:55

 

Salah satu gagasan penting yang ia kembangkan adalah konsep “Filologi Plus”. Ia menilai filologi tidak cukup berhenti pada transliterasi dan terjemahan, tetapi harus mampu membaca teks dalam konteks sosial, sejarah, dan budaya. Pendekatan ini membuka ruang baru dalam memahami manuskrip sebagai sumber pengetahuan yang hidup.

 

Oman menegaskan pentingnya perhatian terhadap manuskrip sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, tanpa membaca warisan teks secara serius, arah pengembangan ilmu dan kebudayaan akan kehilangan pijakan.

 

Kisah Oman Fathurahman menjadi bukti bahwa jalan ilmu lahir dari ketekunan. Dari kehidupan sederhana di pesantren hingga meraih penghargaan nasional, ia menunjukkan bahwa naskah lama bukan sekadar warisan, melainkan sumber gagasan untuk masa depan. (ivan)