GRESIK, PustakaJC.co - Sosok Putri Cempo menjadi salah satu tokoh perempuan yang kerap disebut dalam jejak awal Islamisasi di Jawa. Ia diyakini berasal dari Kerajaan Champa (kini wilayah Vietnam) dan memiliki hubungan erat dengan lingkungan Kerajaan Majapahit melalui jalur diplomasi dan pernikahan politik.
Meski kisahnya kerap diselimuti nuansa legenda, keberadaan makamnya di Gresik menjadi penanda penting yang terus menarik perhatian peneliti sejarah hingga peziarah. Dilansir dari gresiksatu.com, Sabtu, (28/4/2026).
Putri Cempo disebut sebagai bangsawan dari Champa yang datang ke Jawa dalam konteks hubungan dagang dan politik. Pada masa itu, Champa dikenal sebagai salah satu kerajaan maritim yang aktif berinteraksi dengan Majapahit.
Dalam sejumlah sumber tutur, ia kemudian menikah dengan kalangan elite Majapahit. Pernikahan ini bukan sekadar hubungan pribadi, melainkan bagian dari strategi diplomasi antar kerajaan.
Melalui posisinya di lingkungan istana, Putri Cempo diyakini membawa pengaruh ajaran Islam yang mulai berkembang di kawasan Asia Tenggara saat itu. Perannya disebut sebagai salah satu jalur awal masuknya nilai-nilai Islam ke dalam lingkar kekuasaan Majapahit, meski proses Islamisasi sendiri berlangsung panjang dan kompleks.
Kehadirannya sekaligus menjadi bukti bahwa proses penyebaran Islam di Nusantara tidak hanya dilakukan oleh tokoh laki-laki, tetapi juga melibatkan peran perempuan.
Makam Putri Cempo berada di Desa Leran, Kabupaten Gresik. Lokasi ini kini menjadi salah satu tujuan ziarah sejarah dan religi.
Ciri khas makam tersebut antara lain:
• Batu nisan dengan gaya ukiran khas Champa
• Arsitektur sederhana namun sarat nilai historis
• Lingkungan yang terawat sebagai situs budaya
Keberadaan makam ini menjadi simbol kuat hubungan budaya antara Champa dan Jawa, sekaligus penanda awal interaksi Islam di wilayah tersebut.
Kisah Putri Cempo berkembang melalui tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Sebagian kalangan meyakini ia sebagai tokoh historis, sementara lainnya menempatkannya sebagai simbol dalam narasi besar Islamisasi Majapahit.
Namun demikian, jejak fisik berupa makam tetap menjadi rujukan penting dalam menelusuri sejarah tersebut.
Makam Putri Cempo kini tidak hanya menjadi situs religi, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang terus dijaga. Upaya pelestarian dilakukan melalui:
• Perawatan rutin oleh masyarakat setempat
• Penetapan sebagai situs budaya daerah
• Pengembangan sebagai destinasi wisata sejarah
Keberadaannya memperkaya khazanah sejarah Gresik sebagai salah satu pintu masuk awal perkembangan Islam di Jawa. (ivan)