KH Moch Chisni Umar Burhan

Sosok Ulama dan Penjaga Manuskrip NU Gresik

tokoh | 15 April 2026 18:37

Sosok Ulama dan Penjaga Manuskrip NU Gresik
Kenangan semasa hidup, KH Moch Chisni Umar Burhan saat menerima kunjungan KH Said Aqil Siradj di kediamannya di Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Ulama kharismatik asal Gresik, KH Moch Chisni Umar Burhan, meninggal dunia pada Rabu, (15/4/2026) pukul 13.30 WIB di RS Wonosobo, Jawa Tengah.

 

Almarhum wafat dalam usia 70 tahun saat berada di sela kegiatan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama. Ia dikenal sebagai Mustasyar PCNU Gresik sekaligus Dewan Penasehat LFNU Gresik. Dilansir dari gresiksatu.com, Rabu, (15/4/2026).

 

Kabar wafatnya dibenarkan oleh keponakannya, Imam Junaidi Kusumo atau Gus Juned.

 

“Benar, beliau meninggal di RS Wonosobo saat mengikuti kegiatan LFNU sejak Jumat,” ujarnya.

 

 

Pihak keluarga menyampaikan, jenazah almarhum rencananya akan dipulangkan ke Gresik pada Kamis, (16/4/2026) untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.

 

Semasa hidup, KH Chisni dikenal sebagai ulama yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian sejarah Nahdlatul Ulama. Ia aktif menjaga dan merawat berbagai manuskrip penting, mulai dari surat, tulisan tangan, hingga kumpulan pidato KH Hasyim Asy’ari.

 

Dedikasinya itu menjadikan KH Chisni sebagai salah satu sosok penting dalam menjaga jejak perjuangan NU, khususnya di Gresik.

 

Dari sisi nasab, ia berasal dari keluarga yang memiliki peran besar dalam sejarah NU. Ia merupakan putra dari KH M Umar Burhan, yang dikenal sebagai sekretaris pribadi KH Hasyim Asy’ari. Kakeknya, H Burhan, tercatat sebagai bendahara pertama NU, sementara buyutnya, KH M Zubair, merupakan Mustasyar pertama NU.

 

 

Dari keluarga, almarhum meninggalkan tiga orang anak, yakni Ahmad Zubair Abdul Qudus, Ahmad Burhani Abdul Qudus, dan Mardiyatus Sa’diyah.

 

Kepergian KH Moch Chisni Umar Burhan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar NU dan warga Nahdliyyin, khususnya di Kabupaten Gresik. Ia dikenang sebagai ulama kharismatik yang tidak hanya berdakwah, tetapi juga menjaga warisan sejarah organisasi. (ivan)