Mimin, saat acara Hari Kartini di DKP Jatim (tengah).
Dalam setiap langkah, Mimin menempatkan integritas sebagai fondasi utama. Keputusan, menurutnya, tidak hanya soal hasil, tetapi juga tentang proses yang dilandasi kejujuran, hati nurani, dan kepatuhan pada aturan.
Ia percaya, perempuan memiliki kekuatan khas dalam kepemimpinan. Empati, ketelitian, kemampuan komunikasi, serta kepekaan sosial menjadi modal penting dalam membangun pelayanan publik yang lebih humanis dan efektif.
Melihat perkembangan saat ini, Mimin menilai perempuan di Jawa Timur menunjukkan kemajuan yang signifikan. Mereka hadir sebagai pemimpin, pengusaha, akademisi, hingga penggerak masyarakat.
Namun, ia tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih ada. Pemberdayaan ekonomi, akses pendidikan, perlindungan dari kekerasan, hingga kesempatan kerja yang setara masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Perlu kebijakan yang benar-benar berpihak pada perempuan, membuka akses pendidikan dan pelatihan, serta memberikan perlindungan hukum,” ujarnya.