Hadipras

Menghitung Harga Kejujuran BBM di Tangki Kita

tokoh | 11 Mei 2026 21:31

 

Kita 'terpaksa' membeli barang yang standarnya 'sudah mulai ditinggalkan dunia', sehingga produksinya "langka dan harganya dipermainkan pasar global", seenak 'udelnya'.

 

Sementara itu, kilang-kilang kita sudah terlalu tua untuk bekerja efisien.

 

Rakyat akan jauh lebih mengerti jika pemerintah berani berkata jujur: "Maaf, kami memang telat membangun." Namun, hari ini kita mulai membayar hutang waktu itu. Groundbreaking pengembangan kilang baru, seperti di Cilacap dan Balikpapan, bukan sekadar seremoni semen dan besi. Itu adalah upaya darurat untuk memastikan kita tidak lagi menjadi sandera abadi para pemain minyak internasional. Kita sedang berusaha agar di masa depan, kita bisa mengolah minyak sendiri menjadi bensin berkualitas tinggi dengan harga yang masuk akal.

 

Sejatinya, publik tidak butuh diteriaki angka triliunan yang abstrak. Publik butuh transparansi yang tidak manipulatif. Mereka ingin tahu bahwa setiap Rupiah pajak yang mereka setor tidak habis untuk menambal lubang inefisiensi, melainkan untuk membangun kemandirian energi yang nyata.