Rhenald Kasali

Pernah Tinggal Kelas dan Jadi Guru Les, Kini Miliki Kekayaan Rp65 Miliar

tokoh | 16 Juni 2026 19:13

Pernah Tinggal Kelas dan Jadi Guru Les, Kini Miliki Kekayaan Rp65 Miliar
Dok gramedia

SURABAYA, PustakaJC.co - Perjalanan hidup  menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Sosok yang kini dikenal sebagai guru besar, pakar manajemen, penulis buku best seller, hingga tokoh inspiratif nasional itu ternyata pernah tinggal kelas saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

 

Lahir di Jakarta pada 13 Agustus 1960, Rhenald kecil sempat gagal naik kelas akibat nilai Bahasa Indonesia yang kurang memuaskan. Namun pengalaman tersebut justru menjadi titik awal yang membentuk karakter pantang menyerah dalam dirinya.

 

Setelah lulus SMA, kondisi ekonomi keluarga membuat impiannya melanjutkan pendidikan tinggi nyaris kandas. Dengan modal Rp10 ribu, ia memberanikan diri membeli formulir pendaftaran di Fakultas Ekonomi .

 

Untuk membiayai kebutuhan kuliah, Rhenald bekerja sebagai guru les bagi anak-anak sekolah dasar sambil terus mengejar cita-citanya di dunia pendidikan.

 

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Rhenald berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat di .

 

Di kampus tersebut, ia meraih gelar Master of Science pada 1993 dan Doctor of Philosophy (PhD) pada 1998. Pengalaman akademik internasional tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya.

 

Sekembalinya ke Indonesia, Rhenald aktif mengajar, meneliti, dan mengembangkan berbagai gagasan di bidang manajemen serta transformasi organisasi.

 

Puncaknya, pada tahun 2009 ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia.

 

Selain dikenal sebagai akademisi, Rhenald juga memiliki rekam jejak panjang di dunia profesional dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

Ia pernah menjabat Komisaris Utama PT Pos Indonesia periode 2021-2025, Komisaris Utama PT Telkom Indonesia periode 2019-2021, serta Komisaris Utama PT Angkasa Pura II pada 2015-2019.

 

Tak hanya itu, Rhenald juga dipercaya menjadi bagian dari Tim Reformasi Birokrasi Nasional yang bertugas memberikan berbagai masukan strategis terkait tata kelola pemerintahan.

 

Kiprahnya di berbagai sektor membuat namanya dikenal luas sebagai salah satu pemikir manajemen dan perubahan organisasi paling berpengaruh di Indonesia.

 

Di era digital, Rhenald Kasali juga aktif membagikan pemikiran dan wawasan melalui kanal YouTube yang kini memiliki ratusan ribu pelanggan.

 

Melalui berbagai konten edukasi, ia membahas isu kepemimpinan, bisnis, ekonomi, inovasi hingga perubahan sosial yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

Selain aktif di dunia pendidikan dan media digital, Rhenald dikenal sebagai penulis produktif dengan sejumlah buku populer seperti Change!, Self Driving, Cracking Zone, Disruption dan #MO.

 

Karya-karyanya banyak dijadikan referensi oleh kalangan mahasiswa, profesional hingga pelaku usaha di Indonesia.

 

Kesuksesan kariernya turut tercermin dari laporan harta kekayaan yang pernah dilaporkannya saat menjabat Komisaris Utama PT Pos Indonesia.

 

Berdasarkan data LHKPN, total kekayaan Rhenald Kasali mencapai sekitar Rp65,6 miliar yang terdiri dari aset tanah dan bangunan, kendaraan serta kas dan setara kas.

 

Meski telah mencapai berbagai pencapaian besar, Rhenald tetap dikenal melalui pesan-pesan inspiratif tentang pentingnya beradaptasi dengan perubahan.

 

Salah satu pesan yang paling sering dikutip adalah, "Berubahlah sebelum keadaan memaksa kamu berubah," sebuah filosofi yang seolah menggambarkan perjalanan hidupnya dari anak yang pernah tinggal kelas hingga menjadi tokoh nasional yang menginspirasi jutaan orang.

(int)