JAKARTA, PustakaJC.co - Imam Besar Masjidil Aqsa, Syekh Muhammad Ahmad Muhammad Hussein, menegaskan pentingnya persatuan umat Islam dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Dialog dan Doa Bersama Konferensi Internasional Imam Besar (IGIC) 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, (25/9/2026).
Dalam pemaparannya, Syekh Muhammad Hussein menyebut Masjid Al-Aqsa bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan simpul utama yang menentukan kondisi dan masa depan umat Islam secara global. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (25/9/2026).
Poin-Poin Kunci Pandangan Syekh Muhammad Ahmad Hussein:
- Barometer Kemenangan Umat: Kondisi keberadaan dan pengelolaan Masjid Al-Aqsa mencerminkan tingkat kekuatan serta kesatuan umat Islam di seluruh dunia.
- Tonggak Akidah dan Sejarah: Kedudukan Al-Aqsa yang erat kaitannya dengan peristiwa Isra Mi'raj menjadikannya fondasi akidah yang tak terpisahkan dari keyakinan setiap muslim.
- Pusat Peradaban: Sepanjang sejarah, Al-Aqsa berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus kebudayaan yang memperkuat solidaritas antabangsa muslim.
- Pelajaran Reflektif dari Tokoh Sejarah:
- Umar bin Khattab: Membuka kawasan Al-Aqsa dan menaruh perhatian besar pada keberlangsungan kehidupan umat di sana.
- Salahuddin Al-Ayyubi: Memahami peran strategis Al-Aqsa dalam menyatukan kekuatan perjuangan Islam.
Syekh Muhammad Hussein menyerukan agar kesadaran sejarah dan spiritual terkait Al-Aqsa terus diwariskan kepada generasi mendatang. Ia juga mengajak seluruh muslim global untuk senantiasa mendoakan, mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, serta menyatukan niat agar suatu hari dapat berziarah dan beribadah bersama di Masjid Al-Aqsa. (ivan)