Turis China Pimpin Kunjungan Wisatawan Asing ke Jawa Timur pada April 2026

wisata | 03 Juni 2026 08:02

Turis China Pimpin Kunjungan Wisatawan Asing ke Jawa Timur pada April 2026
Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Juanda meningkat menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru 2026. (dok suarasurabaya)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Penguatan sektor pariwisata di Jawa Timur terus terlihat pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Juanda mencapai 31.339 kunjungan, meningkat 26,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengatakan jumlah kunjungan tersebut meningkat 26,37 persen dibandingkan April 2025. Capaian itu juga lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 yang mencatat 21.068 kunjungan. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (3/6/2026).

 

“Kondisi ini juga membaik dibandingkan pada Maret 2026 yang sebanyak 21.068 kunjungan,” ujar Herum, Selasa (2/6/2026).

 

Wisatawan asal China menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Jawa Timur dengan total 11.427 kunjungan atau sekitar 36,46 persen dari keseluruhan wisatawan asing yang datang melalui Bandara Juanda. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Malaysia sebanyak 6.363 kunjungan dan Singapura sebanyak 2.052 kunjungan.

 

 

 

Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) asal Jawa Timur mengalami penurunan. Pada April 2026 tercatat sebanyak 14,73 juta perjalanan atau turun 23,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

 

Kota Surabaya masih menjadi daerah asal perjalanan wisata terbesar dengan kontribusi sekitar 2,27 juta perjalanan atau 15,42 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara asal Jawa Timur.

 

BPS juga mencatat seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur mengalami penurunan jumlah perjalanan wisata dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terdalam terjadi di Kabupaten Bangkalan yang mencapai 53,35 persen.

 

Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Timur pada April 2026 mencapai 46,80 persen atau naik 3,38 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 43,42 persen.

 

 

Menurut Herum, peningkatan tersebut terjadi pada seluruh klasifikasi hotel berbintang. Kenaikan tertinggi tercatat pada hotel bintang tiga yang meningkat 6,21 poin. Hotel bintang dua naik 1,97 poin, bintang satu naik 1,21 poin, bintang empat naik 2,12 poin, dan bintang lima meningkat 0,01 poin.

 

Tingkat hunian hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga mengalami kenaikan menjadi 22,59 persen pada April 2026, lebih tinggi dibandingkan Maret yang sebesar 19,47 persen.

 

Kabupaten Gresik mencatat tingkat hunian hotel bintang tertinggi di Jawa Timur dengan angka 73,88 persen. Disusul Kota Mojokerto sebesar 70,36 persen dan Kabupaten Tulungagung sebesar 58,85 persen.

 

Sebaliknya, Kabupaten Probolinggo menjadi daerah dengan tingkat hunian hotel bintang terendah yakni 9,10 persen. Berikutnya Kabupaten Trenggalek sebesar 16,10 persen dan Kabupaten Pasuruan sebesar 23,18 persen.

 

Herum menjelaskan tingginya okupansi hotel dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain lokasi strategis, kedekatan dengan pusat bisnis dan destinasi wisata, kemudahan akses transportasi, serta adanya kegiatan berskala besar seperti konferensi, festival, dan musim liburan.

 

Selain itu, promosi digital serta kerja sama dengan agen perjalanan dan platform pemesanan daring turut berperan dalam meningkatkan tingkat hunian hotel di berbagai daerah. (ivan)