Pertempuran sengit terjadi di sejumlah titik, mulai Kedungdoro, Keputran, hingga Pandegiling. Pada siang hari, tank-tank Sherman bergerak menyerang ke arah Gunungsari dan Waru. Para pejuang Surabaya menghadapi gempuran tersebut dengan perlawanan yang gigih.
Menurut Zaki, jejak roda tank Sherman bahkan sempat membekas di sejumlah ruas jalan di kawasan pertempuran. Sebuah meriam beserta awaknya juga dilaporkan hangus terbakar dalam pertempuran tersebut. Sementara itu, meriam pertahanan udara yang dioperasikan para pejuang berhasil menjatuhkan beberapa pesawat tempur Thunderbolt milik Inggris.
Dalam pertempuran itu, tembakan tank Sherman menghantam lubang-lubang pertahanan para pejuang. Tercatat lima anggota Tentara Pelajar gugur. Kerangka dan perlengkapan tempur mereka baru ditemukan pada tahun 1980. Sementara itu, sekitar 10 anggota TKR dan Tentara Pelajar yang hilang di kawasan Gunungsari tidak pernah ditemukan hingga kini.