BATU, Pustaka.co – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur Saifudin Zuhri menilai wisata desa memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat di Kota Batu. Karena itu, pengembangan sektor pariwisata berbasis desa dinilai perlu mendapat perhatian lebih agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Destinasi Menuju Inspirasi; Merawat Pesona, Menggerakkan Ekonomi Lokal” yang digelar di Hotel Seulawah, Kota Batu, Jumat, (17/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri jajaran Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Batu dan Bumiaji. Selain Saifudin, hadir pula praktisi pariwisata Prasetyo Marhaen Purwo dan akademisi pariwisata Dr. A. Faidlal Rahman sebagai narasumber. Dilansir dari disway.id, Sabtu, (18/7/2026).
Menurut Saifudin, tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Batu harus mampu dimanfaatkan masyarakat sebagai peluang untuk mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.
“Yang kita dorong kepada masyarakat adalah agar memiliki inspirasi di tengah pesatnya perkembangan Kota Batu sebagai kota wisata, sehingga ada dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat memiliki inspirasi, mereka bisa mengembangkan UMKM, membuka usaha, dan menciptakan berbagai peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Ia menegaskan, perkembangan sektor pariwisata tidak boleh hanya dinikmati oleh pengelola objek wisata besar. Masyarakat desa dan pelaku usaha kecil juga harus memperoleh manfaat yang seimbang dari aktivitas ekonomi yang tercipta.
Saifudin menilai daya tarik Kota Batu tidak hanya terletak pada taman hiburan dan wahana modern. Wisata desa, agrowisata, serta ekowisata memiliki potensi yang tidak kalah besar untuk dikembangkan sebagai alternatif destinasi wisata.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menyusun blueprint pengembangan pariwisata berbasis desa yang terintegrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas persebaran kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Kami berharap wisatawan tidak hanya datang ke objek wisata besar, tetapi juga menikmati wisata desa, wisata pertanian, maupun wisata ekologi. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, akademisi pariwisata Dr. A. Faidlal Rahman menyebut tren industri pariwisata saat ini telah mengalami perubahan. Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat yang menarik secara visual, tetapi juga pengalaman yang berkesan selama berkunjung.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting sebagai tuan rumah yang menentukan kualitas suatu destinasi wisata. Oleh sebab itu, pelayanan yang baik, kebersihan lingkungan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi perhatian bersama.
“Kualitas pelayanan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Fasilitas pendukung, keamanan, kenyamanan, hingga pelayanan yang ramah akan menentukan kepuasan wisatawan. Ketika wisatawan memperoleh pengalaman yang baik, mereka tidak hanya ingin kembali, tetapi juga akan menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, inovasi juga perlu terus dilakukan agar destinasi wisata mampu mengikuti perkembangan tren tanpa meninggalkan identitas dan karakter lokal yang menjadi daya tarik utama.
Melalui forum tersebut, para peserta sepakat pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berbasis potensi lokal.
Dengan sinergi yang kuat, Kota Batu diharapkan tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui pengembangan wisata desa dan UMKM. (ivan)