Main Game Sambil Wisata Kini Bisa di Kebun Raya Mangrove Surabaya

wisata | 22 Juli 2026 07:29

Main Game Sambil Wisata Kini Bisa di Kebun Raya Mangrove Surabaya
Pelajar sedang menikmati suasana mangrove sekaligus membuka aplikasi game di gawai masing-masing. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pengalaman baru ditawarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bagi pengunjung Kebun Raya Mangrove (KRM). Melalui sebuah permainan berbasis web bertajuk Mangrove Throne, masyarakat, khususnya anak-anak, kini dapat bermain game sekaligus menikmati wisata alam dan belajar tentang pelestarian lingkungan.

 

Game yang dapat diakses melalui situs mangrovethrone.com itu dijadwalkan diluncurkan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Sabtu, (25/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya.

 

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya mengubah kebiasaan anak-anak yang selama ini lebih banyak bermain game di dalam rumah. Melalui Mangrove Throne, pemain didorong datang langsung ke kawasan mangrove sehingga dapat menikmati udara segar sekaligus beraktivitas di luar ruangan. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (22/72026).

 

“Anak-anak kita suka main game, tapi biasanya duduk di kamar berjam-jam. Itu kan tidak sehat. Dengan permainan ini, anak-anak didorong harus bermain di luar rumah, dalam hal ini KRM yang udaranya segar dan bagus, sehingga anak-anak jadi lebih sehat,” kata Agus, Selasa, (21/7/2026).

 

 

Mangrove Throne mengangkat kisah tiga kerajaan hewan yang mewakili ekosistem Surabaya, yakni Rajoboyo sebagai penguasa sungai, Ratu Sura sebagai penguasa laut, dan Pangeran Kera sebagai penjaga kawasan mangrove. Ketiganya harus bersatu menghadapi berbagai monster yang melambangkan ancaman lingkungan, seperti sampah plastik, limbah medis, hingga polusi udara.

 

Selain menawarkan hiburan, permainan ini juga menghadirkan unsur edukasi. Pemain tidak hanya mengumpulkan karakter, tetapi juga harus merawat hewan peliharaan virtual agar tetap sehat dan bahagia. Kemampuan karakter dapat ditingkatkan melalui kuis yang nantinya disusun bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

 

Agus menjelaskan, kolaborasi tersebut bertujuan agar materi pelajaran sekolah dapat disampaikan melalui media yang lebih menarik sehingga anak-anak belajar sambil bermain.

 

Pengembang Mangrove Throne, David Hermansyah, menjelaskan game ini sengaja dibuat dalam bentuk web apps agar bisa dimainkan di berbagai jenis gawai tanpa harus mengunduh aplikasi.

 

“Kalau dibuat aplikasi Android atau iOS, gadget yang spesifikasinya rendah akan kesulitan. Kami memilih web apps, sehingga cukup membuka website, pemain bisa langsung bermain,” ujarnya.

 

 

 

Menurut David, mekanisme permainan menggabungkan konsep berburu karakter berbasis lokasi seperti Pokemon Go dengan sistem perawatan karakter ala Tamagotchi. Pemain harus mencari karakter hewan di sejumlah titik Kebun Raya Mangrove, merawatnya, bertukar kartu digital, hingga bertarung dengan pemain lain dalam radius sekitar 100 meter.

 

Keunikan lainnya, sejumlah karakter hanya dapat ditemukan pada musim tertentu. Salah satunya adalah burung migrasi asal Australia yang hanya muncul setiap enam bulan sekali. Skema tersebut diharapkan mendorong pemain untuk kembali berkunjung ke Kebun Raya Mangrove secara berkala.

 

Tak hanya menjadi media edukasi dan hiburan, Mangrove Throne juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif. Karakter-karakter dalam permainan direncanakan menjadi berbagai produk merchandise hasil kolaborasi dengan pelaku UMKM, mulai dari kaus, topi, hingga kartu koleksi.

 

David menambahkan, konsep permainan berbasis lokasi ini juga berpotensi diterapkan di destinasi wisata edukasi lain milik Pemkot Surabaya, seperti Kebun Binatang Surabaya maupun kawasan Kota Tua, sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus memperkuat edukasi mengenai lingkungan dan sejarah. (ivan)