BHS Dorong Taman Cak Durasim Jadi Pusat Pelestarian Budaya Jawa Timur

wisata | 30 Juli 2026 06:53

BHS Dorong Taman Cak Durasim Jadi Pusat Pelestarian Budaya Jawa Timur
Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono (BHS) meninjau Taman Budaya Cak Durasim Surabaya didampingi Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur Deddy Hariyono. (dok surabayapagi)

SURABAYA, PustakaJC.co – Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Taman Budaya Cak Durasim Surabaya menjadi pusat pengembangan kreativitas sekaligus pelestarian budaya Jawa Timur dengan melibatkan lebih banyak generasi muda. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim, Surabaya, Rabu, (29/7/2026).

 

BHS menilai Taman Budaya Cak Durasim memiliki potensi besar sebagai ruang pengembangan seni dan budaya karena menghadirkan beragam karya, mulai dari seni lukis hingga pertunjukan tari tradisional seperti Jaranan. Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal agar mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal sekaligus melestarikan budaya daerah. Dilansir dari surabayapagi.com, Kamis, (30/7/2026).

 

“Ini tentu perlu dimanfaatkan oleh para generasi muda. Surabaya harus mendorong agar generasi mudanya terus melestarikan kebudayaan Jawa Timur,” ujar BHS.

 

 

 

Ia berharap upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan sehingga Taman Budaya Cak Durasim dapat berkembang menjadi pusat berkumpulnya para seniman muda dari berbagai daerah di Jawa Timur.

 

Selain itu, BHS mengusulkan agar kesenian tradisional, seperti tari daerah dan gamelan, dimasukkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sejak usia dini.

 

Sebagai contoh keberhasilan pengembangan budaya, BHS menyinggung Kabupaten Banyuwangi yang dinilai mampu mengembangkan sektor seni dan budaya hingga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

 

“Mayoritas turis mancanegara sangat menyukai kebudayaan. Banyuwangi bisa meningkatkan kunjungan hingga 300 persen, dan Surabaya harus bisa mengambil contoh tersebut,” katanya.

 

 

 

Ia juga membandingkan Surabaya dengan Kota Penang, Malaysia, yang dinilai berhasil mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya melalui dukungan transportasi publik yang terintegrasi menuju berbagai destinasi wisata.

 

“Penang bisa mengeksplorasi budaya mereka dengan baik, didukung transportasi publik yang terintegrasi ke berbagai destinasi wisata. Ini bisa menjadi referensi bagi Surabaya,” tambahnya.

 

Selain pengembangan seni pertunjukan, BHS menilai wisata kuliner khas Jawa Timur juga perlu terus diperkuat sebagai bagian dari promosi budaya daerah kepada masyarakat maupun wisatawan.

 

Sementara itu, Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur Deddy Hariyono mengatakan Taman Budaya Cak Durasim selama ini menjadi ruang terbuka bagi para seniman untuk berkarya dan menampilkan hasil kreativitasnya. Seluruh fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis tanpa memandang usia.

 

“Taman budaya ini memang menjadi tempat bagi para seniman untuk menampilkan karya mereka, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Semua bisa memanfaatkan fasilitas ini secara gratis,” ujarnya.

 

 

Deddy menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Tingginya antusiasme anak muda pada setiap pagelaran menjadi modal penting untuk memperluas pelestarian budaya di Jawa Timur.

 

“Setiap pagelaran mampu menarik minat generasi muda yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Ini menjadi peluang bagi kami untuk terus mendorong agar kebudayaan semakin dikenal, khususnya di kalangan generasi muda,” pungkasnya. (ivan)