LUMAJANG, PustakaJC.co – Wisata berbasis edukasi pertanian semakin diminati masyarakat. Salah satu destinasi yang menarik perhatian berada di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, yang menghadirkan pengalaman memetik melon hidroponik langsung dari kebun.
Di kawasan Menara Farm, pengunjung diajak memasuki greenhouse berukuran sekitar 11 x 24 meter yang menjadi tempat budidaya sekitar 600 tanaman melon. Beberapa varietas yang dikembangkan antara lain Sweet Lavender, Sweet Net, dan Petravani. Dilansir dari detik.com, Minggu, (2/8/2026).
Dengan menerapkan sistem hidroponik, buah melon yang dihasilkan memiliki daging berwarna oranye, tekstur renyah, serta rasa manis. Buah siap dipanen setelah berumur sekitar 50 hingga 58 hari sejak penanaman, dengan bobot yang dapat mencapai tiga kilogram per buah.
Pengelola Menara Farm, Muhammad Ghaulam, mengatakan wisata ini tidak hanya menawarkan aktivitas memetik buah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai teknik budidaya melon menggunakan sistem hidroponik.
“Wisata petik melon hidroponik ini menawarkan wisata edukasi dan petik melon sehingga pengunjung bisa memanen melon secara langsung,” ujar Muhammad Ghaulam.
Selain memanen, pengunjung dapat melihat secara langsung proses perawatan tanaman hingga memahami cara budidaya yang diterapkan di dalam greenhouse. Pengalaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga maupun pelajar yang ingin mengenal pertanian modern.
Salah seorang pengunjung, Ridho, mengaku menikmati pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru sekaligus menghadirkan suasana wisata yang berbeda.
“Kesannya menyenangkan karena kita bisa belajar budidaya melon hidroponik serta panen secara langsung,” katanya.
Untuk menikmati wisata ini, pengunjung hanya dikenakan biaya sesuai hasil panen dengan tarif Rp25 ribu per kilogram. Melon yang dipetik dapat langsung dibawa pulang atau dinikmati dalam kondisi segar. (ivan)