SURABAYA, PustakaJC.co – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi membuka kembali kawasan wisata Gunung Bromo untuk kunjungan umum mulai Sabtu, (19/9/2026) pukul 00.01 WIB.
Langkah ini diambil setelah kondisi di lapangan dinyatakan aman pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda kawasan tersebut. Dilansir dari suarasurabaya.net, Sabtu, (19/9/2026).
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa pembukaan kembali ini ditetapkan usai peninjauan dari berbagai aspek, termasuk keselamatan pengunjung, daya dukung lingkungan, serta keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar.
"Kawasan wisata Bromo dapat dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan mulai Sabtu (19/9) pukul 00.01 WIB," ujar Rudi, Jumat, (18/9/2026).
Keputusan tersebut secara resmi tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.25/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 tentang Pembukaan Kembali Kawasan Wisata Bromo.
Regulas Tiket dan Imbauan Kebakaran
Bagi wisatawan yang sudah mengantongi tiket untuk periode kunjungan 19–30 September 2026, akses masuk dapat langsung digunakan sesuai jadwal tanpa perlu membeli ulang. Pihak pengelola menegaskan bahwa tiket tersebut tidak dapat dikembalikan (refund) maupun dijadwalkan ulang (reschedule).
Sementara itu, untuk periode penutupan akibat karhutla pada 12–18 September 2026, terdata sekitar 200 transaksi kelompok wisata (dengan anggota 4–6 orang per kelompok) yang mengajukan refundatau reschedule.
Selama masa penutupan tersebut, TNBTS mencatat potensi kunjungan yang terdampak mencapai 2.429 orang dari total kuota harian sebesar 2.752 orang.
Guna mencegah insiden serupa terulang, Balai Besar TNBTS mengimbau para wisatawan untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang memicu titik api.
"Segera laporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, titik api, maupun kondisi lain yang berpotensi memicu kebakaran," tegas Rudi. (ivan)