Pesantren Dinilai Strategis Cetak SDM Unggul dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas

bumi pesantren | 17 Desember 2025 05:55

Pesantren Dinilai Strategis Cetak SDM Unggul dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas
Direktur Strategi Anggaran dan Belanja Negara Kementerian Keuangan Wahyu Utomo. (dok kemenag)

TANGERANG, PustakaJC.co – Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, berkarakter, dan berintegritas guna menopang transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas. Hal tersebut disampaikan Direktur Strategi Anggaran dan Belanja Negara Kementerian Keuangan, Wahyu Utomo, dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama (Kemenag) di Tangerang, Selasa, (16/12/2025).

 

Menurut Wahyu, pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama telah lama menjadi pilar pembentukan human capital yang tidak hanya unggul secara akademik dan adaptif terhadap teknologi, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Dilansir dari kemenag.go.id, Rabu, (17/12/2025).

 

“Pesantren berkontribusi besar dalam menyiapkan SDM yang berdaya saing, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap beriman, bertakwa, dan berintegritas tinggi,” ujar Wahyu Utomo.

 

 

 

Ia menegaskan, transformasi ekonomi nasional tidak dapat dijalankan dengan pola kerja biasa. Diperlukan terobosan yang ditopang oleh kualitas manusia, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan sumber daya secara efektif. Dalam konteks tersebut, pesantren dinilai memiliki keunggulan karena mengintegrasikan pendidikan karakter, etika, dan keilmuan.

 

Wahyu juga menyoroti bahwa pembangunan SDM tidak semata mengejar aspek ekonomi dan teknologi. Nilai-nilai agama yang diajarkan di pesantren menjadi fondasi penting agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan berimbang antara kemajuan dan moral.

 

“Agama, termasuk pendidikan pesantren, berperan membentuk karakter dan etika. Ini penting agar kemajuan ekonomi tidak kehilangan arah,” katanya.

 

 

Selain mencetak SDM berkarakter, pesantren juga dinilai berperan menjaga kerukunan dan harmoni sosial. Stabilitas sosial tersebut disebut sebagai modal penting dalam mendukung agenda transformasi nasional dan percepatan pembangunan.

 

Dalam paparannya, Wahyu menyebutkan bahwa pada tahun 2026, Kementerian Agama masuk dalam 10 besar kementerian dengan alokasi anggaran terbesar, yakni sekitar Rp88,9 triliun. Anggaran tersebut diharapkan mampu memperkuat peran pesantren dan pendidikan keagamaan secara lebih optimal.

 

 

“Anggaran harus dikelola secara efisien, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk penguatan pesantren sebagai pusat pengembangan SDM unggul,” pungkasnya. (ivan)