Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga kekuatan spiritual dan karakter masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, penguatan nilai-nilai keislaman melalui Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang beradab dan bermartabat.
“Jawa Timur dikuati oleh pesantren, oleh para alim, masyayikh, ulama, kiai, dan bu nyai. Salah satu cara menguatkannya adalah dengan Al-Qur’an,” tutur Khofifah dalam sambutannya.
Khofifah juga mendoakan agar Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro tersebut menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para pendiri, pengasuh, guru, ustaz, dan ustazah Pondok Pesantren Langitan yang selama ini mengabdikan diri dalam menjaga, mengajarkan, serta menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kegiatan Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro ke-X ini tidak hanya menjadi sarana doa bersama, tetapi juga mempererat silaturahmi antarulama, santri, dan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren Langitan dalam merawat tradisi keilmuan, spiritualitas, serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat. (ivan)