BUTON, PustakaJC.co - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya menghidupkan kembali jejak sejarah masuknya Islam di Buton, Sulawesi Tenggara, melalui pendirian Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo. Menurut Menag, Buton merupakan salah satu wilayah awal penerimaan Islam di Nusantara yang peran historisnya belum tergarap optimal.
“Buton pernah menjadi perintis masuknya Islam di Indonesia. Jejak sejarah ini perlu dihidupkan kembali melalui pendidikan,” ujar Nasaruddin saat kunjungan ke pesantren tersebut, Kamis, (8/1/2026).
Menag mengungkapkan, pada tahun pertama operasional, jumlah santri Pesantren Al Ikhlas telah melampaui 120 orang. Capaian itu dinilai sebagai indikator kuat perkembangan pesantren ke depan. Dilansir dari kemenag.go.id, Jumat, (9/1/2026).
Pesantren ini dirancang dengan pendekatan eksakta dan orientasi global. Ke depan, kurikulum berstandar Cambridge akan diterapkan agar santri memiliki daya saing internasional dan peluang melanjutkan studi ke luar negeri.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan unggul di tengah masyarakat sederhana, tanpa biaya mahal. Pesantren ini milik masyarakat Buton,” tegas Menag.
Selain penguatan akademik, pesantren juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pesantren. Sementara pengajar bahasa Arab dan Inggris akan direkrut dari sumber terbaik, baik dalam maupun luar negeri.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan pesantren tersebut. Ia berkomitmen membantu pembangunan masjid dan fasilitas pendukung sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis religius.
“Pesantren adalah pusat pembentukan karakter dan integritas generasi muda,” ujar Gubernur. (ivan)