Gus Zaim Ingatkan Santri yang Berakhlak Lebih Utama dari Ilmu

bumi pesantren | 03 Februari 2026 19:11

Gus Zaim Ingatkan Santri yang Berakhlak Lebih Utama dari Ilmu
Pengasuh Pondok Kauman Lasem, KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shum pada kegiatan kegiatan Haflah Akhirussanah Pesantren Nurul Huda Salaf Pringsewu. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pengasuh Pondok Kauman Lasem, KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shum atau Gus Zaim, menekankan akhlak sebagai inti pendidikan pesantren. Hal itu disampaikan dalam Haflah Akhirussanah Pesantren Nurul Huda Salaf Pringsewu, Minggu, (1/2/2026).

 

Gus Zaim mengibaratkan pendidikan di pesantren seperti meja, di mana akhlak menjadi permukaan utama dan ilmu sebagai kaki penopang. Dilansir dari nu.or.id, Selasa, (3/2/2026).

 

“Ilmu dalam pesantren adalah wasilah menuju akhlak. Tujuan utama adalah terbentuknya iman yang kuat dan akhlak mulia, bukan sekadar pengetahuan,” ujarnya.

 

 

 

Menurut Gus Zaim, pendidikan di pesantren bersifat membentuk karakter, menanamkan iman, rasa, akhlak, dan amal. Sementara pengajaran bersifat verbal dan rasional, menanamkan ilmu lahiriah. Keduanya saling melengkapi, tetapi pendidikan karakter tetap menempati posisi utama.

 

Ia menambahkan, hubungan antara kiai dan santri bukan hanya akademik, melainkan moral dan batin. Banyak alumni pesantren menunjukkan loyalitas kuat terhadap pondok dan kiainya. 

 

“Sekali santri, selamanya tetap santri. Tidak ada istilah mantan santri,” jelas Gus Zaim.

 

Pesantren, menurutnya, unik karena mampu memadukan ilmu dan akhlak sekaligus membentuk pribadi yang beriman dan berbudi pekerti luhur. Santri dididik melalui kasih sayang, keteladanan, dan perhatian, bukan sekadar hukuman atau kemarahan. (ivan)