GRESIK, PustakaJC.co – Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Desa Suci, Gresik, Selasa malam, (10/3/2026). Mereka menghadiri Majelis Haul Malam Selikur atau malam ke-21 Ramadan yang menjadi tradisi tahunan para alumni pesantren tersebut.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Darun Nadwah Rushaifah ini digelar untuk memperingati Haul ke-22 Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dan Haul ke-29 KH Abdullah Faqih bin Thoyyib.
Sejak pagi hingga sore, rangkaian acara telah dimulai dengan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya khotmil Al-Qur’an, pembacaan Dalail, ziarah maqbaroh, buka puasa bersama, serta salat Maghrib berjamaah.
Memasuki malam hari, ribuan jamaah mulai memadati area gedung. Sebagian mengikuti acara dari dalam gedung, sementara lainnya mengikuti dari halaman karena keterbatasan kapasitas.
Acara malam dibuka dengan pembacaan Maulid atau Qosidah Burdah, dilanjutkan doa khotmil Qur’an serta sholawat bil qiyam yang dipimpin Habib Ahmad bin Edrus Al Habsy. Pengasuh Ponpes Mambaus Sholihin KH Masbuhin Faqih turut hadir bersama para ulama dan habaib.
Hadir pula Syekh Muhammad Syadi Musthofa Arbasy, salah satu pentahqiq kitab Ihya’ Ulumiddin di percetakan turats Dar Al Minhaj Jeddah, yang juga dosen di STAI Imam Syafi’i Cianjur.
Dalam rangkaian acara tersebut juga digelar akad dan khutbah nikah massal bagi 12 pasangan yang dipimpin Habib Abu Bakar bin Ali Assegaf dan Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf.
Setelah itu jamaah mengikuti doa Birrul Walidain yang dipimpin Habib Abdul Qadir bin Abu Bakar Assegaf, dilanjutkan qosidah Ramadan, pembacaan Yasin dan tahlil, serta doa Wahbah.
Acara inti berupa pembacaan manaqib Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki disampaikan KH Ahsan Ghozali. Kemudian dilanjutkan manaqib KH Abdullah Faqih bin Thoyyib serta sambutan masyayikh oleh Agus H Muhammad Ma’ruf bin KH Masbuhin Faqih.
Perwakilan masyayikh Mambaus Sholihin, Gus Muhammad Makruf, menjelaskan bahwa kegiatan Malam Selikur merupakan agenda para alumni pesantren.
“Acara Malam Selikur adalah acara alumni. Semua biaya dari alumni, pondok tidak mengeluarkan biaya apa pun. Alhamdulillah haul malam 21 Ramadan untuk Abuya Sayyid Maliki dan KH Abdullah Faqih dapat terlaksana,” ujar Gus Muh.
Menurutnya, KH Abdullah Faqih dikenal sebagai ulama yang disiplin dan istiqamah dalam mengajarkan ilmu fiqih kepada masyarakat. Ia juga dikenal memperkenalkan seni hadrah di Desa Suci yang hingga kini berkembang luas di kalangan Nahdlatul Ulama.
Sementara itu Ketua Panitia Malam Selikur M. Havy Sa’dullah mengatakan, pada tahun ini terdapat tambahan rangkaian acara berupa pembacaan manaqib KH Abdullah Faqih.
“Di momen tahun ini ada tambahan pembacaan manaqib biografi Abuya dan juga biografi KH Abdullah Faqih,” kata Ketua Panitia Malam Selikur itu, dikutip dari gresiksatu.com, Rabu, (11/3/026).
Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya manaqib yang dibacakan hanya berfokus pada Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki. Tahun ini panitia menambahkan manaqib KH Abdullah Faqih agar jamaah lebih mengenal sosok ulama yang memiliki peran besar dalam perjalanan pesantren.
Naskah manaqib tersebut disusun oleh tim HIMAM Putra melalui proses riset yang cukup panjang dan ditulis dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami jamaah yang hadir.
“Penulisannya dilakukan secara bertahap sejak tahun lalu hingga akhirnya naskah manaqib ini bisa diselesaikan,” pungkasnya. (ivan)