Gus Ipul Buka Peluang Banyak Tokoh Jadi Ketum PBNU 2026, Sebut Nasaruddin Umar hingga Gus Yahya

bumi pesantren | 09 Mei 2026 18:56

Gus Ipul Buka Peluang Banyak Tokoh Jadi Ketum PBNU 2026, Sebut Nasaruddin Umar hingga Gus Yahya
Saifullah Yusuf Ketua OC Muktamar PBNU 2026 saat di gedung KPK. (dok suarasurabaya)

JAKARTA, PustakaJC.co – Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar PBNU 2026, Saifullah Yusuf memastikan pelaksanaan Muktamar PBNU 2026 terus dipersiapkan dan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.

 

Sebelum muktamar digelar, PBNU lebih dulu akan mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar pada Juni 2026 sebagai bagian dari konsolidasi organisasi. Dilansir dari suarasurabaya.net, Sabtu, (9/5/2026).

 

“Muktamar sekarang semua dalam proses. Insya Allah dilaksanakan pada bulan Agustus, dan bulan Juni nanti kita akan lakukan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar,” ujar Gus Ipul di gedung KPK, Jakarta, Jumat, (8/5/2026).

 

 

Menurutnya, seluruh elemen Nahdlatul Ulama mulai dari pengurus wilayah hingga cabang diharapkan dapat menyampaikan berbagai gagasan strategis demi kemajuan organisasi ke depan.

 

“Kita harapkan wilayah dan cabang benar-benar memiliki usulan-usulan yang bisa dibahas lebih lanjut sebagai bagian dari kemajuan jam’iyah di masa yang akan datang,” katanya.

 

Terkait bursa calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menegaskan hingga kini belum ada nama resmi yang dimunculkan. Namun, ia memastikan NU tidak akan kekurangan kader potensial untuk memimpin organisasi.

 

“Calon-calon belum ada secara khusus, tetapi semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri. Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum,” ujarnya.

 

 

Saat ditanya soal peluang Menteri Agama Nasaruddin Umar maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menyebut nama tersebut sebagai salah satu figur yang berpotensi.

 

“Kalau bicara itu, salah satu yang berpotensi ya. Karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib ‘Aam sebelumnya,” ucapnya.

 

Selain itu, ia juga menyinggung nama Yahya Cholil Staquf yang dinilai memiliki peluang besar untuk kembali maju dalam Muktamar PBNU 2026.

 

“Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib ‘Aam sebelumnya. Kiai Said juga begitu. Jadi semuanya sebenarnya punya potensi, tinggal berkenan apa tidak,” katanya.

 

Meski demikian, Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU.

 

“Saya enggak. Saya sudah sampaikan berulang-ulang, saya merasa tidak mencukupi syarat untuk bisa jadi ketua umum,” tegasnya.

 

 

Ia juga menepis isu adanya intervensi kekuasaan dalam proses pemilihan pimpinan PBNU mendatang. Menurutnya, Presiden memahami independensi organisasi Nahdlatul Ulama dan akan menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan kepada forum muktamar.

 

“Saya pastikan tidak akan ada intervensi. Presiden sangat memahami peran strategis Nahdlatul Ulama dan akan menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan pimpinan kepada Muktamar,” pungkasnya. (ivan)