Kitab Kuning Jadi Tameng Kekerasan di Pesantren, Begini Caranya

bumi pesantren | 18 Mei 2026 06:36

 

 

Fahmi menilai akar kekerasan sering muncul dari budaya takut, senioritas berlebihan, hingga relasi kuasa yang feodal. Ketika pendidikan dibangun di atas ketakutan, kekerasan mudah diwariskan atas nama tradisi dan kedisiplinan.

 

Dalam tradisi pesantren, kitab kuning bukan hanya membahas hukum ibadah, tetapi juga etika sosial, pengendalian diri, hingga perlindungan martabat manusia.

 

Kitab Ta’limul Muta’allim karya Burhanuddin az-Zarnuji misalnya, menempatkan adab sebagai fondasi utama pendidikan. Penghormatan kepada guru, menjaga lisan, dan kebersihan hati dianggap lebih penting daripada sekadar kecerdasan.

 

Selain itu, kaidah fikih dalam kitab Al-Asybah wan Nazhair karya Jalaluddin as-Suyuthi juga menegaskan prinsip:

 

“Adh-dhararu yuzal”

Kemudaratan harus dihilangkan.