Di Tebuireng, spirit pendidikan diwariskan oleh KH. Hasyim Asy’ari melalui kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim yang menekankan kelembutan dan penghormatan kepada murid.
Sementara di Gontor, sistem pengasuhan kolektif dibangun melalui pembinaan karakter, disiplin organisasi, dan keteladanan senior kepada junior.
Fahmi juga mengingatkan teladan Nabi Muhammad SAW yang mendidik dengan kasih sayang, bukan penghinaan. Salah satu kisah terkenal adalah ketika seorang Arab Badui kencing di Masjid Nabawi. Saat para sahabat hendak memarahinya, Nabi justru meminta mereka menghentikan amarah dan membersihkan tempat itu dengan air, lalu menasihati dengan lembut.
Menurutnya, tradisi dakwah penuh kasih juga diwariskan Sunan Kalijaga melalui pendekatan budaya dan kemanusiaan.
“Ilmu dipercaya lebih mudah masuk ke hati yang tenang daripada hati yang terluka,” tulis Fahmi.