SURABAYA, PustakaJC.co – Masjid Qiblatain di Kota Madinah menjadi salah satu destinasi bersejarah yang selalu masuk dalam rangkaian ziarah jamaah haji maupun umrah asal Indonesia. Masjid ini memiliki nilai sejarah penting sebagai lokasi turunnya perintah Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk mengubah arah kiblat umat Islam dari Baitul Maqdis di Palestina menuju Ka'bah di Makkah.
Peristiwa monumental tersebut terjadi ketika Rasulullah SAW tengah memimpin shalat Zuhur. Di rakaat kedua, wahyu turun yang memerintahkan perubahan arah kiblat, sehingga Rasulullah bersama para sahabat langsung berbalik menghadap Ka'bah dan melanjutkan shalat.
Tour guide Indonesia di Madinah, Ibrahim Al Haq, menjelaskan bahwa Masjid Qiblatain pada masa Rasulullah SAW juga dikenal sebagai Masjid Bani Salimah karena berada di kawasan permukiman Bani Salimah, salah satu kaum Anshar yang dikenal setia mendukung perjuangan dakwah Islam.
Menurutnya, lokasi masjid tersebut berjarak sekitar empat kilometer dari Masjid Nabawi dan menjadi salah satu situs sejarah Islam yang hingga kini ramai dikunjungi jamaah dari berbagai negara.
Ibrahim mengisahkan, masyarakat Bani Salimah pernah berniat pindah ke sekitar Masjid Nabawi agar lebih dekat dengan Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah meminta mereka tetap tinggal di tempat semula.
Beliau menjelaskan bahwa setiap langkah kaki menuju Masjid Nabawi akan bernilai pahala, sehingga jarak yang lebih jauh justru menjadi keutamaan bagi mereka.
Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ketaatan terhadap perintah Allah SWT, tetapi juga keikhlasan, kesabaran, serta semangat beribadah meski harus menempuh perjalanan yang tidak singkat.
Hingga kini, Masjid Qiblatain menjadi salah satu lokasi favorit jamaah haji dan umrah Indonesia karena menyimpan jejak sejarah penting perjalanan syiar Islam sekaligus menjadi pengingat atas salah satu peristiwa besar dalam perkembangan umat Islam.
Selain menjadi objek wisata religi, Masjid Qiblatain juga menjadi sarana edukasi bagi jamaah untuk memahami sejarah turunnya wahyu mengenai perubahan arah kiblat yang memperkuat identitas umat Islam.
Bagi jamaah asal Indonesia, termasuk ribuan jamaah dari Jawa Timur yang setiap tahun berangkat ke Tanah Suci, kunjungan ke Masjid Qiblatain menjadi kesempatan memperdalam pemahaman sejarah Islam secara langsung di lokasi terjadinya peristiwa tersebut.
Nilai sejarah yang tersimpan di masjid ini diharapkan semakin menambah kekhusyukan ibadah sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam terhadap perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
(int)