Kemenhaj Tegaskan Rekrutmen Petugas Haji 2027 Gratis, Waspadai Informasi Palsu di Media Sosial

bumi pesantren | 03 Juli 2026 19:08

Kemenhaj Tegaskan Rekrutmen Petugas Haji 2027 Gratis, Waspadai Informasi Palsu di Media Sosial
Dok mozaik islam

SURABAYA, PustakaJC.co – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi rekrutmen petugas haji yang beredar di media sosial. Kemenhaj menegaskan hingga saat ini belum membuka pendaftaran petugas haji, dan seluruh informasi resmi hanya akan diumumkan melalui kanal resmi kementerian.

 

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan masyarakat tidak boleh mempercayai ajakan maupun iklan rekrutmen yang beredar di luar situs dan media sosial resmi Kemenhaj karena berpotensi menjadi modus penipuan.

 

"Kalau ingin mengetahui informasi rekrutmen petugas haji, silakan mengikuti website maupun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah," ujar Dahnil di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/7).

 

Ia menegaskan, proses seleksi petugas haji tidak dipungut biaya sepeser pun.

 

 

Menurut Dahnil, apabila terdapat pihak yang menawarkan kelulusan atau meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan rekrutmen petugas haji, masyarakat diminta tidak mempercayainya.

 

"Kami ingin mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak tertipu dengan iklan maupun ajakan di media sosial yang mengatasnamakan rekrutmen petugas haji. Rekrutmen hanya diumumkan melalui kanal resmi Kemenhaj dan tidak dipungut biaya satu rupiah pun," tegasnya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat selalu melakukan verifikasi informasi sebelum mengikuti proses seleksi.

 

 

Untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027, Kemenhaj akan menerapkan sistem seleksi yang lebih ketat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah.

 

Seluruh calon petugas haji nantinya diwajibkan mengikuti proses pelatihan intensif sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

 

"Kami akan melakukan perbaikan sistem rekrutmen. Semua calon petugas wajib mengikuti pelatihan agar benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah," ujar Dahnil.

 

 

Salah satu syarat utama yang akan diterapkan adalah kewajiban mengikuti pelatihan di asrama haji selama kurang lebih satu bulan.

 

Menurut Dahnil, pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi, disiplin, serta kesiapan mental petugas sebelum menjalankan tugas pelayanan haji.

 

"Bagi siapa pun yang ingin menjadi petugas haji harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Selain mengikuti tes, juga harus siap menjalani pelatihan di asrama haji selama satu bulan. Jika tidak siap, maka tidak bisa menjadi petugas haji," pungkasnya.

(int)