Ponpes Annuqayah Perkuat Peran Pesantren dalam Ketahanan Pangan

bumi pesantren | 08 Agustus 2026 07:22

Ponpes Annuqayah Perkuat Peran Pesantren dalam Ketahanan Pangan
Pondok Pesantren Annuqayah dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan sektor agribisnis di Kabupaten Sumenep. (dok kominfo)

SUMENEP, PustakaJC.co – Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian di daerah.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren Jawa Timur 2026 di Pondok Pesantren Annuqayah, Jumat, (7/8/2026).

 

Menurut Chainur, pesantren dengan jumlah santri yang besar, jaringan alumni yang luas, serta potensi lahan pertanian dapat berkembang tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (8/8/2026).

 

Ia menilai Annuqayah memiliki potensi untuk menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan bagi santri melalui pengembangan pertanian produktif hingga pengolahan hasil pertanian.

 

“Pesantren seperti Annuqayah merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Selain mencetak generasi yang berakhlak, pesantren juga mampu melahirkan pelaku usaha di sektor pertanian yang produktif dan mandiri,” ujar Chainur.

 

 

 

Untuk memperkuat peran tersebut, DKPP Sumenep memberikan pendampingan melalui penyuluh pertanian. Pendampingan mencakup perencanaan usaha tani, penerapan teknologi budidaya, penggunaan benih unggul, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga peningkatan produktivitas lahan.

 

Pendampingan tersebut diarahkan agar pertanian di lingkungan pesantren semakin efisien, mampu beradaptasi dengan perubahan iklim, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

Selain pemerintah daerah, pengembangan pertanian pesantren juga mendapat dukungan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia memberikan bantuan combine harvester kepada Pondok Pesantren Annuqayah.

 

 

Bantuan alat pertanian tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses panen sekaligus mendukung produktivitas pertanian yang dikembangkan pesantren.

 

Chainur menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pesantren menjadi langkah penting dalam mengembangkan ekonomi berbasis agribisnis.

 

Melalui penguatan tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga semakin aktif dalam pemberdayaan santri, pengembangan usaha, dan penguatan ketahanan pangan daerah. (ivan)