Gus Kikin Kenang Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Sebagai Pejuang NU

bumi pesantren | 12 Oktober 2026 07:56

Gus Kikin Kenang Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Sebagai Pejuang NU
Ketum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz menghadiri peringatan tujuh hari wafatnya Nyai Machfudhoh Aly Ubaid di Jombang. (dok nuonline)

JOMBANG, PustakaJC.co - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz menghadiri peringatan tujuh hari wafatnya Mustasyar PBNU Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid di Ribath Al-Lathifiyah 1, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, (10/10/2026) malam.

 

Dalam kesempatan tersebut, tokoh yang akrab disapa Gus Kikin ini mengenang dedikasi dan semangat juang almarhumah yang terus membara sepanjang hidupnya dalam mengabdi kepada Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, Nyai Machfudhoh mewarisi penuh spirit perjuangan sang ayah, KH Abdul Wahab Chasbullah, yang merupakan salah satu pendiri (muassis) NU. Dilansir dari nu.or.id, Senin, (12/10/2026).

 

“Nyai Machfudhoh itu banyak berkegiatan di NU. Ini menggambarkan semangatnya yang luar biasa. Beliau selalu menyampaikan bahwa ini adalah perjuangan,” ujar Gus Kikin.

 

 

Gus Kikin mengungkapkan, dedikasi almarhumah menjadi alasan PBNU kembali mempercayakan amanah sebagai Mustasyar PBNU masa khidmat 2026–2031 kepadanya. Ia menggarisbawahi bagaimana almarhumah tetap menunjukkan komitmen tinggi di usia 82 tahun dengan berpartisipasi aktif pada Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU.

 

Beberapa bulan pasca-kegiatan tersebut, kondisi kesehatan Nyai Machfudhoh menurun hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sebelum akhirnya wafat pada Minggu, (4/10/2026).

 

“Jika melihat perjuangan beliau, kita merasa sangat kehilangan. Ini menjadi kehilangan yang besar bagi seluruh keluarga besar NU,” tutur Gus Kikin.

 

 

Memasuki abad kedua NU, Gus Kikin berharap keteladanan yang ditinggalkan almarhumah dapat terus menginspirasi generasi penerus untuk merawat amanah para pendiri organisasi, yakni menyebarkan kemanfaatan serta memperkuat paham Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).

 

 

Peringatan tujuh hari wafatnya putri pendiri NU tersebut berlangsung khidmat. Acara diawali dengan pembacaan Yasin dan Tahlil yang dipimpin KH Anshori Sihah, dilanjutkan sambutan perwakilan keluarga oleh KH Hasib Wahab Hasbullah serta sambutan dari Ketum PBNU.

 

Turut memberikan isyhad wal mawa'id yakni KH Abdurrozaq Soleh. Rangkaian majelis di Jombang diakhiri dengan pembacaan doa oleh Rais PCNU Jombang KH Ahmad Hasan dan anggota Majelis Pengasuh PP Bahrul Ulum KH Afifuddin Soleh.

 

Selain dihadiri keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU), perwakilan Pemprov Jawa Timur, serta ratusan santri dan alumni, kegiatan peringatan juga digelar secara paralel di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, yang dihadiri oleh Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj. (ivan)